
PES merupakan anak usaha PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) sekaligus cucu dari PT Pertamina. Baik PES maupun Petral telah dibubarkan oleh Presiden Joko Widodo sejak 2015 lalu karena dugaan mafia migas.
Berikut ini konstruksi perkara suap migas dengan tersangka Bambang Irianto :
Konstruksi perkara, diduga telah terjadi:
- Tersangka BTO diangkat menjadi Vice President (VP) Marketing PES pada 6 Mei 2009. Tugas tersangka BTO antara lain membangun dan mempertahankan jaringan bisnis dengan komunitas perdagangan, mencari peluang dagang yang akan menambah nilai untuk perusahaan, mengamankan ketersediaan suplai, serta melakukan perdagangan minyak mentah dan produk kilang.
- Pada tahun 2008, saat Tersangka BTO masih bekerja di kantor pusat PT PERTAMINA (Persero), ybs bertemu dengan perwakilan KERNEL OIL PTE. LTD. (KERNEL OIL) yang merupakan salah satu rekanan dalam perdagangan minyak mentah dan produk kilang untuk PES/PT PERTAMINA (Persero);
- Pada saat tersangka BTO menjabat sebagai Vice President (VP) Marketing, PES melaksanakan pengadaan serta penjualan minyak mentah dan produk kilang untuk kebutuhan PT. Pertamina (Persero) yang dapat diikuti oleh National Oil Company, Major Oil Company, Refinery, maupun trader.
- Pada periode tahun 2009 s.d. Juni 2012, perwakilan KERNEL OIL beberapa kali diundang dan menjadi rekanan PES dalam kegiatan impor dan ekspor minyak mentah untuk kepentingan PES/PT PERTAMINA (Persero). Tersangka BTO selaku VP Marketing PES membantu mengamankan jatah alokasi kargo KERNEL OIL dalam tender pengadaan atau penjualan minyak mentah atau produk kilang. Dan sebagai imbalannya diduga Bambang Irianto menerima sejumlah uang yang diterima melalui rekening bank di luar negeri;
HALAMAN SELANJUTNYA >>> Tersangka Dirikan Perusahaan Penampung Penerimaan (NEXT)(dob/dob)
from CNBC Indonesia https://ift.tt/2NSyhSA
via IFTTT
0 Comments:
Post a Comment